Selasa, 04 Oktober 2016

Njelimet



Pagi ini, aku menyempatkan diri untuk mengintip salah satu akun media socialku yang memang jarang ku jamah sebelumnya. Aku pun menemukan satu status yang menarik.  Pemilik status itu adalah seorang teman yang bekerja di salah satu instansi pemerintahan kabupaten. Ia mengeluhkan bagaimana menyakitkannya birokrasi yang berbelit.  Hingga mengibaratkannya seperti duri dalam daging. Tak terlihat namun ketika dimakan dan ikut tertelan, maka akan menyakiti tenggorokan. Mending kalau bisa segera teratasi, coba kalau durinya ngeyel, katanya sih bahkan bisa mengakibatkan kematian loh (aku lebay kayaknya ya..:D)

Status itu kemudian dikomentari oleh seorang teman yang juga berprofesi sebagai guru sepertiku. Baru  tahu, ada birokrat yang mengkritisi birokrasi, tulisnya. Lalu sebuah pertanyaan menggelitik benakku. Apa yang salah ketika seorang birokrat mengkritisi birokrasi? Pada dasarnya, diakui atau tidak birokrasi negara ini memang njelimetnya naudzubillah. Sesuatu yang mudah bahkan bisa menjadi ruwet ketika dipertemukan dengan kata “birokrasi”.

Karenanya sangat wajar rasanya, kalau banyak yang mengeluhkan tentang hal itu. Tak terlepas apakah dia seorang birokrat atau bukan. Ya iyalah please deh. Ketika ia tak lagi di kantornya kan dia jadi anggota masyarakat biasa? Iya kan?

Kemudian ada yang berkomentar sinis, seorang ASN itu hidup dari pemerintah. Tidak sepantasnya ia menjelek-jelekan pemerintahan tempat dimana ia mendapatkan penghidupan. Tidak etis, katanya.

Padahal menurutku pribadi, mengkritisi tidak selalu sama dengan “menjelek-jelekan”. Jika terjadi ketimpangan, kesalahan, ketidak jujuran dalam sistem, apakah kita harus diam? Pura-pura menutup mata? Sungguh  telah mati nurani kita jika demikian adanya.

Seorang guru yang mengkritisi seorang praktisi pendidikan, apakah salah? Seorang supir angkutan umum yang mengkritisi mobil yang dikendarainya, apakah salah? Tentunya semua sesuai porsinya.

Jika dengan mengkritisi bisa menjadi masukan kepada instansi tersebut yang dapat merubah instansi tersebut menjadi lebih baik lagi, kenapa tidak?  



Pulang Pisau

11 komentar:

  1. kritik untuk membangun lebih baik, tak apa-apalah

    BalasHapus
  2. bnar juga, kadang teman sendiri dipandang tidak pantas mengkritik :D

    BalasHapus
  3. Setuju Mina La... Negara kita punya undang2 tentang bebas berpendapat kan, jd silahkan buka suara :)

    BalasHapus
  4. negara kita memang apa apa serba ruwet bin njelimet...

    BalasHapus
  5. aih...kece kali tulisanmu, kak. Memang sudah jadi rahasia umum birokrasi indonesia seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa kau sedang mencoba merayuku wie???✋🙅katakan tidak!!😆

      Hapus
    2. Apa kau sedang mencoba merayuku wie???✋🙅katakan tidak!!😆

      Hapus

10 Aktivitas Yang Bisa Kalian Coba #dirumahaja Selain Rebahan.

Hi Gaes. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap   selalu sehat dan berbahagia bersama orang-oarang tersayang di rumah. Well, hari...