Jumat, 25 Maret 2016

Yang Paling Berkesan

Nggak berasa udah tantangan minggu ke-4 aja..😁
Mhmm.. tentang pengelaman yang paling berkesan ya? Wuaaaahhhh aku punya banyak sekali. Aku bisa menghabiskan waktu 7 hari 7 malam kalau disuruh bercerita..πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…fine! Itu berlebihan.


Tapi tetap aja bingung mau cerita mulai darimana kemana. Mhmm.. waktu sekolah TK dan hampir dikunciin pintu gara-gara telat keluar karena ngambil payung merah cantikku, itu berkesan. Aku membayangkan bagaimana aku bisa tidur dikelas yang katanya banyak hantu itu. Ihh serem!! Hahaha *siapa sih yang menyebarkan cerita hantu di TK?? Sungguh kurang kerjaan..


Pertama kali masuk TV (TVRI daerah) setelah latihan menari lama banget, juga berkesan.*can you imagine it?? Aku nari loh!!πŸ˜‚ well, aku tetep bangga walaupun masuk TVnya nggak sampe 1 menit. Huwahahaha.


Pertama kali dipukul bapak pake kayu gara-gara pulang sekolah nggak langsung pulang ke rumah tapi main dulu ke rumah teman sampe sore. Dan bapak ibu ribut nyari kemana-mana, sampe minta tolong pak RT dkk. Itu juga berkesan.*sakit boo..tapi besoknya tetap aja diulangi.#elus-elus perut, nak.. kamu nanti jangan kayak mamah ya..??#ehh..πŸ˜…


Pertama kali bisa beli es krim dengan tabungan hasil nyisihin uang saku juga berkesan.*dulu harga es krim mahal. Dan aku penasaran rasanya. Bapak ibu mah nggak mau beliin, mending beli es campur kata mereka. Hahaha
Truss waktu dimarahin gara-gara ketahuan sama bapak, bukannya tidur siang malah manjat pohon mangga di depan rumah tetangga bareng teman-teman cowok. Itu juga berkesan.*ya Salaaamm.. kayaknya aku ndablek banget waktu kecil.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Tapi, yang paling berkesan waktu kecil itu, adalah waktu bapak ngajarin aku ngaji. Membosankan sekali! Loh??πŸ˜‚lha bayangin aja, masa aku belajar ngaji itu ya pake 'Alip-alipan' itu loh(aku nggak tau apa nama resminya..πŸ˜‚). Belajarnya mulai huruf alif, ba, ta, dst. Trus lanjutnya alif fatkhah a, alif kasroh i, alif dhommah u, a i u. Gitu lah pokoknya. So, alhasil saat teman-temanku yang lain pamer udah lancar baca sambungan huruf iqro sekian, aku masih berkutat ma huruf. Saat teman-teman membanggakan ngajinya udah sampe Qur'an, aku masih ngaji surat-surat pendek di 'Alip-alipan' itu. Pokoknya nggak bakal boleh naik ngaji Qur'an kalau itu belum khatam. Sebel banget aku dulu sama bapak. Hahaha


Masih panjang banget daftarnya sebenarnya. Truss yang paling berkesan banget nomor 2 itu waktu aku mondok di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. Lia yang tadinya nggak ngerti apa-apa tentang agama, Lia yang tomboy yang mainnya selalu ma cowok, Lia yang pernah sampe lompat jendela buat nerima telpon dari pacar(dulu kan pernah ya gratis nelponnya tuh tengah malam?) Karena tahu pasti bakal dimarahin bapak kalau sampai ketahuan pacaran(hahaha astaghfirullah banget kalo inget jaman-jaman alay itu mah..:D), Lia yang dulu selalu bilang udah sholat padahal di kamar nggak sholat malah tiduran doang, Lia yang kerudungnya masih bongkar pasang, jreng.. jreng... di Pondok akhirnya berubah tanpa perlu menunggu setelah negara api menyerang.#ehh..πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Di pondok, aku ketemu ma para asatidz dan asatidzah yang kece plus keren banget pengabdiannya. Ketemu teman-teman seperjuangan dari berbagai daerah, mencoba hidup mandiri jauh dari orang tua, dan belajar banyak hal baru, khitobah, drama, belajar bahasa, belajar organisasi, sampe ikutan acara kayak sejenis pemilihan ratu kecantikan pondok gitu. Namanya pemilihan Syarif-Syarifah. Acara ini digelar dalam rangka ulang tahun pondok.  Hahaha Ya Allah Rabb..nekad-nekadan gitu. Soalnya perwakilan dari kelasku waktu itu tiba-tiba sakit perut dan tidak ada yang cukup pede buat ngegantiin. Aku lah yang ditumbalkan.  Alhamdulillah sih, kalah. Hahaha.
Lha bahasa Arabku masih amburadul banget sih. Kalau bahasa Inggrisnya sih lumayan. Hehehe.
Oh iya, di pondok juga neh ada salah satu ustadz yang bilang aku berbakat dalam hal tulis-menulis, setelah beliau baca tulisanku di majalah sekolah. Beliau memintaku untuk terus belajar mengembangkan tulisanku.*afwan ustadz pesanmu itu baru ku laksanakan 3 minggu terakhir ini. Bersama #ODOP. *tepok jidat. Semoga beliau nggak membaca tulisanku ini.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Satu lagi, di pondok juga neh aku baru pernah ngerasain betapa horornya saat tiba-tiba ada banyak teman yang kerasukan dalam waktu bersamaan, pas malem-malem, mati lampu pula. Oh My God..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚



Ahh, pokoknya semuanya sangat berkesan.
#wait, aku mau minum dulu. Ngos-ngosan saking semangatnya bercerita.πŸ˜†


Palangkaraya
Jum'at, 25 Maret 2016
#OneDayOnePost
#TantanganMingguKe-4
#HariKe-20

Kamis, 24 Maret 2016

Antara Kau, Aku dan Dunia


ku pamerkan pada dunia
bahwa kau lah pangeranku
tapi ia mencemoohku
mempertanyakan kelayakanku

ku ceritakan pada dunia
kerinduanku padamu
tapi ia menertawakanku
memperindah kelamnya hidupku

aku bertahan
tapi tak ada yang menjadi sandaranku 
sekalipun itu kau.

aku berdiri
tapi tak ada yang menjadi pijakanku
sekalipun itu kau..

kalau aku menangis,
apakah itu berarti?
untuk duniamu? 






Rabu, 23 Maret 2016

Bullying

http://www.ziliun.com/wp-content/uploads/2016/03/bullying-little-girl.jpg

Dari dulu, aku selalu geregetan dengan cerita-cerita tentang pembully-an. Did you know? di beberapa kasus ada anak yang menjadi korban secara fisik justru lebih besar dan terlihat lebih kuat dari si pelaku. Tapi anak ini tetap nggak melawan dan seperti membiarkan dirinya menjadi korban bully. #Kenapa coba dia nggak ngelawan? Dan kenapa coba dia nggak mau cerita ke guru atau orang tuanya.


Dulu aku juga pernah dibully, teman laki-laki. Well, aku juga nggak pernah cerita sih. Baik itu dengan guru atau orang tua.  Tapi itu karena aku masih merasa mampu melawannya. Kalau diejek, aku akan balik mengejek. Dipukul aku akan balas memukul(dulu, aku mang agak tomboy kayaknya. :D kehidupan itu keras bro..#apaan coba??:D). 


Kalau tidak memungkinkan (karena pelaku punya postur lebih besar, dan sekiranya posisiku tidak menguntungkan), ku lemparin batu aja itu anak. Trus aku lari deh(Eh, besoknya pulang sekolah aku dicegat lagi). #hahaha yang ini mohon jangan ditiru tanpa pelatihan khusus. #lha??:D


Nah aku baru selesai membaca komik online dan komik online ini berhasil dengan begitu elegannya memberiku pemahaman yang lebih baik tentang bullying. Bahwa selama ini bullying selalu dipadankan dengan kata  intimidasi, kekerasan dan penindasan. Padahal penindasan tidaklah sebatas memalak, mencuri uang, tindak kekerasan atau penculikan misalnya. Pada kenyataannya situasinya bisa sangat ambigu.


Teman yang tidak merespon ketika diajak berbicara, tidak mau diajak duduk bersama, tidak mau makan bersama, menertawakan, mempermalukan di depan umum, hal-hal remeh seperti itu semua bukanlah sebuah tindakan kejahatan. Tapi masuk dalam tindakan bullying. Beberapa hal bisa jadi sangat menyakitkan bagi si korban, tapi tidak berarti itu adalah kejahatan.


Masalahnya kadang orang tua/guru hanya akan menanggapinya sepintas lalu. Menyuruh si korban dan si pelaku untuk saling berbaikan dan tidak mengulanginya kembali. Lalu apakah tiba-tiba anak-anak tersebut akan menjadi baik dan akrab?
Kalau kasusnya mulai parah( biasanya ditandai dengan adanya bekas luka kekerasan secara fisik), orang tua korban, kebanyakan pasti meminta si pelaku dihukum dengan berat agar ada efek jera. Sedangkan orang tua si pelaku yang merasa dipojokkan, bisa dipastikan menolak. Meski tahu anaknya telah berbuat salah(rata-rata orang tua pasti membela anaknya masing-masing kan?). Kadang masalahnya jutru menjadi semakin rumit dengan keterlibatan para orang tua ini.


Dan bahkan jika para orang tua bersepakat si pelaku dihukum dengan berat, lalu apakah masalahnya akan selesai? Hampir dapat dipastikan hal tersebut tidak menyelesaikan apapun. Yang ada, si pelaku ini malah semakin menjadi-jadi bencinya kepada si korban. Membuatnya semakin “kreatif” membully si korban.


Ini menjadi semacam lingkaran setan yang tak terputus.


Menurutku sih anak-anak harus punya kepercayaan diri yang kuat. Biar nggak gampang jadi korban. Juga harus benar-benar diajarkan(dengan kuat juga) tentang pendidikan agama, moral, budi pekerti, ya hal-hal semacam itulah. Sehingga tidak ada anak yang merasa punya hak untuk menindas temannya yang terlihat lebih lemah.


Kalau menurut kalian gimana gengs?? :D


Palangkaraya
Rabu, 23 Maret 2016
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#KeepWriting
#HariKe-18



 

Selasa, 22 Maret 2016

Nila Goreng

Google Image

Aku terkesan sekali dengan sebuah quote dari Sujiwo Tejo, bahwa menghina Tuhan tak perlu dengan membakar kitab suciNya. Atau memaki-makiNya. Karena bahkan hanya dengan khawatir kita tak bisa makan hari ini saja, itu sudah cukup untuk dikategorikan dalam aktivitas menghina Tuhan.
Naudzhubillah..


Jujur aku sendiri pun masih sangat sering sekali mengkhawatirkan segala sesuatu. Bagaimana kalau begini? Bagaimana kalau begitu? Ah, seperti tidak punya Tuhan saja kau itu Sasmitha A. Lia, kata sahabatku. 


Oh iya ya? Padahal aku tahu pasti. Aku punya Rabbku yang Maha Hebat itu. Yang Maha Baik. Yang saking baiknya, aku percaya Dia tak mungkin meninggalkanku. Bahkan sekalipun aku masih belum sempurna mencintaiNya.
Bagaimana bisa aku masih saja khawatir bahkan sekalipun aku tahu dengan pasti Rabbku itu pernah berfirman sebagaimana berikut ini,


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(QS Al Baqarah 286)


 Dan, aku juga menemukan sebuah nasihat yang bagus sekali dari Syaikh Ibnu Qayyim Rahimuhullah bahwa, ketika sebuah pintu tertutup sesungguhnya Allah akan membuka 2 pintu kerahmatan untukmu.

Its awesome!! isn't it??^^
Jadi aku berkata kepada diriku sendiri. Jangan lebay deh Sasmitha A. Lia!! Pada dasarnya tak ada lagi alasan bagimu untuk mengeluh, takut, sedih, atau mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum pasti akan terjadi atau tidak!!


Well,walaupun aku sangat setuju bahwa manusiawi sekali sebenarnya untuk takut, untuk khawatir sih. Hanya saja mungkin tidak perlu terlalu dilebih-lebihkan. Karena sungguh percayalah biasanya sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik.^^


*Aneh sekali. kenapa aku bisa sebijak ini ya? Jangan-jangan.. karena makan nila goreng tadi, hahaha..


Palangkaraya,
Selasa, 22 Maret 2016
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#KeepWriting 





Senin, 21 Maret 2016

Hilang





Tadi malam, sebenarnya aku sudah membuat sebuah tulisan. Hanya tinggal mengedit sedikit di sini dan di sana tulisan itu akan langsung ku publish. Dan entah bagaimana aku tidak sengaja mengklik tombol keluar. Lalu.. jreng jreng...hilanglah tulisan yang memang belum ku save itu. 
Benar-benar hilang. Tanpa bekas. Tanpa jejak. Aku langsung yang.. Ya Salaamm.. aku tidur aja ah. Kombinasi sebel dan mau ketawa sendiri. :D T_T


And did you know?? baru aja tadi aku ke Palangka Raya, sekitar 30 menit perjalanan naik motor, saat matahari lagi ganas-ganasnya, aku masuk ATM. Niatnya ngadem sekalian ngambil uang #Insya Allah kebalik kayaknya itu urutannya:D .


Akan tetapi, kartu ATMku yang cantik itu tidak berada di tempat yang seharusnya!! Padahal biasanya dia akan berjejer manis di dompetku bersama beberapa kartu lain. Walaupun sudah ngudek-ngudek semua isi tas, itu kartu ATM tetap tak kutemukan #masa ilang sih?perasaan kemaren masih ada. Ah, paling ketinggalan di tas yang satunya di rumah pikirku menghibur hati.


Sampai di rumah aku langsung mencari-cari kartu ATM itu. Hasilnya nihi. Allahu Rabbi. Rasanya pengen nangis guling-guling. Hikz..T_T 
Kalau di film-film biasanya itu, harusnya aku bilang gini, why?? why?? why me God?#baiklah aku tahu, itu terlalu lebay. Jadi aku tak melakukannya. Tenang saja.


Hahhhh... ya sudahlah. Tulisan yang hilang bisa dibuat kembali. ATM yang hilang pun bisa dilaporkan dan dibuat yang baru. Sisi positifnya setidaknya aku akan punya kartu ATM yang baru. Lebih mengkilap dari kartu ATMku yang lama. Hahaha #ini pikiran positif yang dibuat dengan penuh ketulusan hati loh.. walau sambil ngenes juga sih.


Yaaaaa semoga aja uang di rekeningnya nggak kenapa-kenapa. Sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apapun jua. Aamiin.. #please pray for my ATM^^ #pray for me.


Sudah ya? Lagi nggak semangat banget buat nulis panjang-panjang. :D ini dipaksain nulis karena malas punya hutang aja. Jadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan diantara kita.#apaan sih Ia??:D see you..^^

Palangkaraya
Senin,21 Maret 2016
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#KeepWriting
#HariKe16




Jumat, 18 Maret 2016

My Favourite Book


Wuaaaahhhh aku belum ngerjain tantangan minggu ini. Tentang buku terbaik kan ya?


Mhhmm.. apa kah yang dimaksud dengan buku terbaik? Menurutku definisi dari buku terbaik itu adalah buku yang ku suka. Simpel kan? ^^ 


Have I told you ?? Aku suka baca buku and i love books. Aku membaca hampir semua jenis buku. kecuali jenis buku yang dengan membacanya, bukannya aku mendapat ibrah dan rasa senang tapi justru mendapatkan rasa frustasi. Mang ada jenis buku kek gitu? Ya ada lah.:D 


Buku apakah itu? Well, jawabannya adalah buku hutang, truss buku tabungan yang keknya isinya susah banget buat move on jadi lebih banyak, juga buku matematika(pendapat ini juga disandarkan pada beberapa pendapat ahli, yang aku lupa juga bacanya di blog siapa ya? ^^). Well, sekeras apapun aku mencoba menyukainya aku tetap tak bisa. Percayalah. :D


Back to my favourite book. Aku suka baca novel, kemudian aku juga suka membaca beberapa “buku serius”(remember it! Cuma Be-be-ra-pa!*hadeeehh sungguh tidak bisa dibanggakan.*tepok jidat) tentang agama, sosial, pendidikan, biografi, psikologi, dan pengembangan diri. Kayak bukunya Ust. Yusuf Mansur, Ippho Santosa, Jamil Azzaini, Emha Ainun Najib, Agus Mustofa, Munif Chatib dll, dkk, dsb, ^^.


Owh ya, aku juga suka baca komik. Walaupun amat sangat juaarang banget beli komik sih.:D
Soalnya kayaknya sayang banget kalo beli komik. Ceritanya langsung habis gitu aja, kecuali beberapa komik yang berseri kayak Naruto, Bleach, Fairy Tail, Conan. Tapi kan bisa baca online juga(atau nebeng baca di toko buku. Wkwkwkwkwkwk ketahuan deh..) so, pada akhirnya aku nggak beli komik deh. Apalagi sekarang ada webtoon. Wuaahhh...*mata berbinar-binar:D



Oh iya,did you know? buku yang kusuka adalah buku yang bisa bikin aku males banget buat berhenti ngebacanya. Kalau novel sih, diantaranya adalah buku karya Andrea Hirata, Tere Liye, Habiburrahman el-shirazy, Asma Nadia, Ika Natasha, Afifah Afra. Aku juga suka baca novel terjemahan dari luar kayak novelnya Dan Brown, JK. Rowlings, J.R.R Tolkien, Beverly Barton, Agatha Christie, Sidney Sheldon, Stephanie Meyer, ya pokonya banyak deh. Walaupun kadang novelnya rada2 vulgar tapi yang bikin aku nggak habis pikir tuh kok bisa mereka bikin novel keren kek gitu? Ide ceritanya keren, alurnya, plotnya, konfliknya. *otakku gak nyampe keknya..hikz..


Tapi buku terbaik terakhir yang udah selesai ku khatamin itu Ayah-nya Andrea Hirata. Itu buku kece badai, bro.. 

Google Image

Bikin aku nangis sekaligus ketawa ngakak (sampe lama) sendiri. Dah kayak si Majnun aja. Haha.. Sekarang ge baca Hujan-nya Tere Liye. Karena beberapa kesibukan akhir-akhir ini, jadi belum khatam juga (alasan tipis, jangan ditiru ya, nggak baik buat kesehatanmu. Itu.:D). Dibelakang Hujan itu, menunggu lah sederet ebook yang dikirim mbak vinny, mas Gilang, mbak Cici, dan mbak Dewi kemaren. Hahaha.. padahal pas minta ebook udah sok-sok banget getoh. Hikz.. maafkan, sabar ya.. nunggu antrian.^^


Well,  kalau kalian lagi baca buku apa neh?


BTW, ceritaku kepanjangan yak?hehehe.. Ya sudahlah kalau begitu..akhirul kalam, harapanku sih semoga aku bisa jadi penulis sekece mereka. Someday.. aamiin. 


Palangkaraya
Jum'at, 18 Maret 2016
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#KeepWriting
#HariKe-15


10 Aktivitas Yang Bisa Kalian Coba #dirumahaja Selain Rebahan.

Hi Gaes. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap   selalu sehat dan berbahagia bersama orang-oarang tersayang di rumah. Well, hari...