Minggu, 09 Oktober 2016

Pendar Luka (2)



Beberapa hari kemudian saat Kriss hendak bersantai di atap sekolah ia kembali menemukan gadis ringkih pendiam itu. Kali ini Alesha mengangkat rok panjang abu-abunya hingga selutut. Nampak bilur-bilur luka di betisnya. Wajah alesha terlihat menahan sakit. Apa yang dilakukan gadis ringkih itu? Apa dia berpikir untuk mengeringkan lukanya dengan mengangkat roknya seperti itu?, pikir Kriss heran. Kriss pun urung melanjutkan langkahnya. Ia kembali turun, menuju UKS. Hahh.. Kriss, seharusnya kau acuhkan saja gadis penuh luka itu, rutuknya dalam hati. 

Setelah merayu, memohon, dan menjelaskan bahwa ia menemukan kucing yang terluka di atap dan hendak mengobatinya akhirnnya guru penjaga pun mengijinkan Kriss meminjam kotak P3K. Kriss pun segera meninggalkan ruangan yang didominasi wrna putih itu meski tahu guru penjaganya masih menatapnya dengan tatapan aneh.

Alesha terkejut mengetahui tiba-tiba ada langkah kaki setengah tergesa di belakangnya. Cepat-cepat ia menurunkan roknya dan berbalik. Ia pun lebih terkejut lagi saat mendapati pemilik langkah kaki itu adalah anggota OSIS yang sebelumnya mengobati lengannya.

“Kenapa ekspresimu selalu seperti itu saat bertemu denganku?” kedua alis Kriss bertaut, nampak tak suka.

Alesha menunduk sembari mulai menggigiti bibirnya. Kriss menghela napas panjang.

“Angkat rokmu.”

Alesha menggeleng kuat.

“Kalau kau menolak untuk ku obati, aku akan meminta guru penjaga yang mengobatimu.”kata Kriss kemudian.

Alesha panik. “Jangan!  Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.”

“Waah, ternyata kau bisa bicara.” Kata Kriss takjub.

Alesha kembali menunduk dalam-dalam.
Kriss menghela napas panjang.
“Kau sedang tidak berada dalam posisi tawar-menawar denganku. Pilihannya hanya dua. Aku yang mengobatimu, atau aku akan meminta guru penjaga menyeretmu ke rumah sakit kalau perlu.” Ancam Kriss kesal.
Alesha tersentak, kemudian mendongakkan kepalanya perlahan. Tubuh Kriss yang menjulang setinggi 179 cm, membuat Alesha yang bertubuh mungil harus mendongak untuk melihat mata bening kakak kelasnya itu.
Dengan mata berkaca-kaca ia pun mengangkat roknya perlahan. Sepertinya Ia mengenakan seragam berlengan panjang dan rok panjang itu hanya untuk menutupi luka-lukanya, batin Kriss.
“Aku memintamu mengangkat rokmu untuk mengobatimu. Bukannya mau membunuhmu!” kata Kriss lagi terdengar lebih kesal. Tapi tangannya tetap terampil memberikan pengobatan.
“Kenapa kau tak bertanya?” tanya Alesha lirih.
            Sejenak tangan Kriss terhenti.
            “Kalau kau mau menceritakannya, aku akan mendengarkan. Ku pikir kau pasti punya alasan yang kuat mengapa kau bahkan menahan air matamu di tempat sepi seperti ini.”
Setelah terdiam beberapa saat, Alesha angkat bicara, lirih.

“Itu Mamahku... Yang melakukannya.”

Kriss mendongakkan kepalanya, kaget. Satu tetes air mata Alesha jatuh tepat di pipinya.

“Oh, maafkan aku..” katanya lagi cepat-cepat menghapus air matanya.

Kini Kriss pun mengerti. Mengapa gadis kurus ringkih itu mati-matian menahan luka nya. Luka yang dibuat oleh perempuan yang sangat dicintai Alesha, dan seharusnya menjadi perempuan pertama yang juga mencintai Alesha di atas segalanya di dunia ini. Perempuan yang konon menjadi kewajiban bagi seluruh anak untuk menghormatinya tiga kali lebih baik dari ayah mereka. 

“Wah, bagaimana ini kau telah membagi rahasiamu denganku. Kau harus melakukan sesuatu agar aku tak menyebarkannya.” Kata Kriss dengan tengil.

Alesha mengerenyitkan dahinya. Apa aku salah mengira dia teman baik?, pikir Alesha.

“Apa maksudmu? Ku pikir kita..” Alesha bingung.

“Kita?? Kenapa anak perempuan suka sekali mendramatisir sesuatu?”

Tanpa sadar Alesha mengigiti bibirnya. “Apa yang kau ingin aku lakukan?”

***
 to be continued again..^_^

Pulang Pisau

6 komentar:

  1. Kangen tulisan sampean mbk Sas.
    Keren ini, harus baca part sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee.. cieeee aku dikangenin #loh..#plaaakk😂😂😂

      Hapus
  2. Iya, saya juga belum baca awalnya. Penasaran.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Tuh Kriss dengerin apa kata bu guru..😒#ntar kumarahin si Krissnya mbak..😂

      Hapus

10 Aktivitas Yang Bisa Kalian Coba #dirumahaja Selain Rebahan.

Hi Gaes. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap   selalu sehat dan berbahagia bersama orang-oarang tersayang di rumah. Well, hari...