Sabtu, 25 Maret 2017

Merayu Rindu





Ketika Tuhan berfirman Kun!
Dalam keriuhan hujan yang membasahi rumpun mawar putih di depan rumahku...
Aku masih menyimpanmu,
Meski telah ku redam dalam diam
Ku sekap dalam gelap
Bayang-bayangmu masih saja berkeliaran di dalam kepalaku,
dalam buku-buku.
dalam lipatan-lipatan baju di lemariku,
dalam roti keju,
juga kopi susu..
yang ku seruput perlahan pagi itu..

Bukankah sudah ku pamerkan padamu Tuan?
Tentang kemampuan hebatku
Menyulam mimpi dan rindu
Meski kemudian serta-merta dengan bertelanjang kaki, air mataku pun berlarian
Menguarkan aroma  sendu
Mereka mengalir lalu bermuara pada jejak-jejak yang kau tinggalkan di bandara sore itu..

Dan sekiranya malam meluruhkan seluruh gulitanya di mataku..
Meski sebenci apapun aku terjaga di keheningan yang larut..
Dengan tergugu, bibirku tak kuasa berhenti merayu,
“kapan rindumu itu kembali ke pelukanku, Tuan?”




 Pulang Pisau


6 komentar:

10 Aktivitas Yang Bisa Kalian Coba #dirumahaja Selain Rebahan.

Hi Gaes. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga tetap   selalu sehat dan berbahagia bersama orang-oarang tersayang di rumah. Well, hari...